Dalam suatu pembelajraan pasti akan terjadi interaksi antara
peserta didik dengan sumber belajar(pengajar/dosen, internet, orang/ nara
sumber yang relevan dengan bidang yang sedang dipelajari). Untuk melakukan
interaksi harus ada fasilitasi yang mengarahkan pembelajaran dan membuatnya
menjadi efektif.
Gambar suasana pembelajaran
Mari kita lihat pembelajaran yag biasanya diterapkan di Indonesia
adalah pembelajaran satu arah dimana pengajar mengendalikan proses belajar, jadi
apa yang disampaikannya hanya memberikan informasi dan perintah kepada peserta
didik. Peserta didik juga dibatasi waktu dan jarak, kemudian dibatasi umur dan
hanya mencakup daerah yang sempit atau daerah tertentu. Dalam pembelajaran hal
ini menyebabkan kesempatan belajar untuk anak indonesia semakin rendah. Hal ini
tidak membuat mahasiswa/peserta didik untuk lebih bersifat kreatif dalam
mencari informasi lebih mendalam mengenai
kemampuan yang harus dia kuasai. Jadi bisa kita katakan orientasi
pembelajarannya ada pada pengajarnya.
Berbeda dengan sistem pembelajaran PJJ dimana yang
menentukan berjalannya proses belajar adalah mahasiswa itu sendiri.
Mahasiswalah yang mengetahui sejauh mana dia mendalami kemampuan yang harus dia
kuasai. Dalam sistem pembelajaran jarak jauh mahasiswa dituntut untuk mandiri
dalam memahami materi yang diajarkan, memang kadar kemampuan belajar mandiri
ini sangat bervariasi yang ditentukan oleh banyak faktor maka dari itu pengajar
harus membuat mahasiswa berprakarsa dalam menghayati proses belajar.
Jadi apabila mahasiswa ini terus berfikir dewasa maka dia dapat mengendalikan
pembelajaran jarak jauh yang sedang dijalaninya, Hal ini akan diiringi dengan
kesiapan belajar mandiri yang makin matang pula.beberapa hal yang berpengaruh
pada kemandirian siswa adalah sikap dan persepsinya.
Jika mahasiswa itu malas maka ketika dia
melihat pemberitahuan mengenai suatu tugas dia tidak akan langsung
mengerjakannya tetapi menunda-nunda waktu untuk mengerjakannya, Hasilnya dia
akan telat mengumpulkan tugas, bahkan diapun mengumpulkan tugas seadanya karena
dia tidak mengerjakannya dengan baik. Persepsi mahasiswa tentang belajarpun
berpengaruh dalam pembelajaran,hal ini terjadi saat ia beranggapan bahwa materi
yang diajarkan tidak penting maka dia, tidak sungguh-sungguh dalam belajar atau
dia belajar. Hal yang terjadi ketika anda belajar tentang sesuatu yang tidak
dia inginkan maka dengan sendirinya dia akan merasa sungkan dalam mengerjakan
setiap tugas yang diberikan kepadanya.
Untuk mengatasi hal itu maka Fasilitator
dalam PJJ harus menyiapkan kondisi yang efektif bagi peserta didik dalam
belajar, walaupun ada peserta didik yang tidak datang. Seperti yang kita
ketahui kuantitas tatap muka dalam sistem pembelajaran PJJ lebih sedikit dari
sistem pembelajaran reguler. Dalam kondisi seperti ini, untuk membuat proses
pembelajaran benar-benar berpusat pada peserta didik maka kualitas dan
kuantitas fasilitasi harus membuat peserta didik berinteraksi dengan berbagai
sumber belajar.Karena dalam PJJ fasilitasi adalah hal yang memegang peranan
yang sangat penting dalam proses pembelajaran.
Ketika mahasiswa sudah memiliki sikap
mandiri(independent learner) dia akan mengetahui kapan waktu yang tepat untuk
bertemu teman,belajar dan berkonsultasi dengan dosennya.Dalam sistem PJJ kita
tidak boleh melupakan pembelajaran secara tatap muka karena melaui interaksi
kita bisa mendapatkan kemandirian. Dapat kita simpulkan bahwa peserta didik
harus terus didampingi dan disentuh dengan berbagai tutorial yang memotivasinya
dan membuat dia tidak merasa kesepian.
Perbedaan yang mendasar antara pembelajaran yang
berpusat pada pengajar dengan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik
adalah pada pihak yang mengendalikan pemebelajaran, dimana pada pembelajaran
yang berpusat pada peserta didik yang menentukan berjalan tidaknya proses
belajar ada ditangan peserta didik dan disini peserta didik mencari materi
secara mendalam dengan usahanya sendiri. Sedangkan pembelajaran yang berpusat pada
pengajar orientasi pembelajarannya dikendalikan oleh pengajar dimana hal ini
menyababkan peserta didik menjadi pasif. Mereka hanya mendengarkan informasi
dan menjalankan perintah dari pengajar.







0 komentar:
Posting Komentar