RSS

Dari : Situs Alfi

perbedaan antara pembelajaran yang berpusat pada pengajar dan peserta didik



Dalam suatu pembelajraan pasti akan terjadi interaksi antara peserta didik dengan sumber belajar(pengajar/dosen, internet, orang/ nara sumber yang relevan dengan bidang yang sedang dipelajari). Untuk melakukan interaksi harus ada fasilitasi yang mengarahkan pembelajaran dan membuatnya menjadi efektif.

Gambar suasana pembelajaran


Mari kita lihat pembelajaran yag biasanya diterapkan di Indonesia adalah pembelajaran satu arah dimana pengajar mengendalikan proses belajar, jadi apa yang disampaikannya hanya memberikan informasi dan perintah kepada peserta didik. Peserta didik juga dibatasi waktu dan jarak, kemudian dibatasi umur dan hanya mencakup daerah yang sempit atau daerah tertentu. Dalam pembelajaran hal ini menyebabkan kesempatan belajar untuk anak indonesia semakin rendah. Hal ini tidak membuat mahasiswa/peserta didik untuk lebih bersifat kreatif dalam mencari informasi lebih mendalam mengenai  kemampuan yang harus dia kuasai. Jadi bisa kita katakan orientasi pembelajarannya ada pada pengajarnya.

Berbeda dengan sistem pembelajaran PJJ dimana yang menentukan berjalannya proses belajar adalah mahasiswa itu sendiri. Mahasiswalah yang mengetahui sejauh mana dia mendalami kemampuan yang harus dia kuasai. Dalam sistem pembelajaran jarak jauh mahasiswa dituntut untuk mandiri dalam memahami materi yang diajarkan, memang kadar kemampuan belajar mandiri ini sangat bervariasi yang ditentukan oleh banyak faktor maka dari itu pengajar harus  membuat mahasiswa  berprakarsa dalam menghayati proses belajar. Jadi apabila mahasiswa ini terus berfikir dewasa maka dia dapat mengendalikan pembelajaran jarak jauh yang sedang dijalaninya, Hal ini akan diiringi dengan kesiapan belajar mandiri yang makin matang pula.beberapa hal yang berpengaruh pada kemandirian siswa adalah sikap dan persepsinya.

Jika mahasiswa itu malas maka ketika dia melihat pemberitahuan mengenai suatu tugas dia tidak akan langsung mengerjakannya tetapi menunda-nunda waktu untuk mengerjakannya, Hasilnya dia akan telat mengumpulkan tugas, bahkan diapun mengumpulkan tugas seadanya karena dia tidak mengerjakannya dengan baik. Persepsi mahasiswa tentang belajarpun berpengaruh dalam pembelajaran,hal ini terjadi saat ia beranggapan bahwa materi yang diajarkan tidak penting maka dia, tidak sungguh-sungguh dalam belajar atau dia belajar. Hal yang terjadi ketika anda belajar tentang sesuatu yang tidak dia inginkan maka dengan sendirinya dia akan merasa sungkan dalam mengerjakan setiap tugas yang diberikan kepadanya.

Untuk mengatasi hal itu maka Fasilitator dalam PJJ harus menyiapkan kondisi yang efektif bagi peserta didik dalam belajar, walaupun ada peserta didik yang tidak datang. Seperti yang kita ketahui kuantitas tatap muka dalam sistem pembelajaran PJJ lebih sedikit dari sistem pembelajaran reguler. Dalam kondisi seperti ini, untuk membuat proses pembelajaran benar-benar berpusat pada peserta didik maka kualitas dan kuantitas fasilitasi harus membuat peserta didik berinteraksi dengan berbagai sumber belajar.Karena dalam PJJ fasilitasi adalah hal yang memegang peranan yang sangat penting dalam proses pembelajaran.

Ketika mahasiswa sudah memiliki sikap mandiri(independent learner) dia akan mengetahui kapan waktu yang tepat untuk bertemu teman,belajar dan berkonsultasi dengan dosennya.Dalam sistem PJJ kita tidak boleh melupakan pembelajaran secara tatap muka karena melaui interaksi kita bisa mendapatkan kemandirian. Dapat kita simpulkan bahwa peserta didik harus terus didampingi dan disentuh dengan berbagai tutorial yang memotivasinya dan membuat dia tidak merasa kesepian.

Perbedaan yang mendasar antara pembelajaran yang berpusat pada pengajar dengan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik adalah pada pihak yang mengendalikan pemebelajaran, dimana pada pembelajaran yang berpusat pada peserta didik yang menentukan berjalan tidaknya proses belajar ada ditangan peserta didik dan disini peserta didik mencari materi secara mendalam dengan usahanya sendiri. Sedangkan pembelajaran yang berpusat pada pengajar orientasi pembelajarannya dikendalikan oleh pengajar dimana hal ini menyababkan peserta didik menjadi pasif. Mereka hanya mendengarkan informasi dan menjalankan perintah dari pengajar.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Posting Komentar